Rabu,
18 April 2012
Jika anda suka touring
keluar kota, tentunya kita memerlukan lampu motor dengan penerangan yang cukup
terutama dimalam hari, hal inilah yang mendasar bagi kita. Lampu penerangan
merupakan Safety dan kenyamanan kita berkendaraan terutama dimalam hari.
Ada banyak produk
lampu dipasaran mulai yang termurah 10ribu hingga jutaan rupiah (Lampu HID
Projector). Jika kita berkantong pas-pasan seperti saya...hehehe...mungkin trik
ini dapat menjadi solusi.
Kita sering
mendengar orang bengkel menyebutkan Kiprok, apa sebenarnya fungsi dari kiprok??
Kiprok dalam istilah elektro lebih dikenal dengan sebutan Rectifier
(penyearah), konsep dasar sebenarnya sederhana, rangkaian dioda sebagai
penyearah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Selain itu
kiprok juga dilengkapi Regulator yang berfungsi meregulasi batasan tegangan
keluar yang diijinkan motor tersebut.
Regulator
dengan IC LM2576 yang berfungsi mengatur tegangan keluar untuk pengisian
(Charger) Aki serta membuangnya ke Ground/ Massa jika proses Charger Aki telah
penuh.
Ada 2 type kelistrikan
pada motor
1. Halfwave, keluaran dari spul
motor biasanya memiliki 3 kabel, yang berfungsi sebagai sumber lampu
utama, dan sebagai tegangan charger aki
secara terpisah antara keduanya. ciri-cirinya lampu depan/
utama masih mengikuti putaran rpm mesin. (contoh Jupiter
mx, z, Honda Astrea, Suzuki shogun dll)
2. Fullwave/Full DC, keluaran dari
spul motor biasanya memiliki 2 kabel, arus listrik yang dihasilkan cukup
besar untuk men-charger accu, sehingga semua kelistrikan
motor diambil dari Aki/ accu, ciri-cirinya
Lampu utama bisa On tanpa mesin dihidupkan. (contoh Honda Tiger,
Yamaha Vixion, Suzuki Thunder)
Berikut cara sederhana
membuat lampu lebih terang, cukup modal hanya Rp. 500,
Kebetulan saya
menggunakan motor Jup MX
Potong kabel berwarna kuning
merah/belang yang masuk ke Kiprok, berikut gambar soket kiprok yang dilepas
dan pasangkan resistor 820 ohm 1 watt, jangan lupa diisolasi
agar resistor gampang dibongkar pasang, saya gunakan tutup Fuse seperti gambar berikut, dengan menyambung kabel tambahan
Pada experimen pertama
saya menggunakan potensio/ resistor variable untuk adjustment sesuai dengan
cahaya lampu yang diinginkan, dan tentunya ukur tegangan yang masuk ke lampu,
jangan sampai melebihi toleransi dari lampu tersebut, max 16-18 volt untuk
OSR*M dan Wurth bisa lebih mencapai 30Volt, serta gunakan reflector asli agar
lebih awet dan tidak meleleh.
Kemudian saya ukur
kembali potensio menggunakan Multimeter, untuk mengetahui nilai resistansi yang
sesuai, dan didapatlah +- 800an ohm, anda bisa saja menggunakan resistor
330,470,500,620,680,820,1K untuk berexperimen karena setiap jenis motor
berbeda. Hati-hati menggunakan resistor diatas 1K, lampu anda bisa langsung
putus karena terlalu terang.
Mengapa bisa demikian??
Limit tegangan supply
lampu diatur oleh kiprok. Jika kita manipulasi menggunakan resistor, maka
tegangan supply ke lampu bisa lebih besar dari standarnya. Hasilnya lampu akan
menyala lebih terang pada RPM yang sama, jika dibandingkan dengan tanpa
manipulasi. Bagaimana bisa? karena kiprox menerima input yang lebih rendah dari
yang seharusnya. Karena menerima tegangan yg lebih rendah, sehingga Kiprox
melakukan regulasi tegangan, hasilnya tegangan ke lampu lebih besar.
Dipasaran banyak
dijumpai Booster Lampu, bahkan Kiprok Khusus untuk membuat lampu 2 kali lebih
terang dengan harga ratusan ribu, secara prinsip tidak berbeda..karena
sama-sama menaikan arus dan tegangan sesuai batasan yang dijinkan, dengan
cara ini anda bisa membuat lampu 2,3,4 kali lebih terang, konsekuensinya umur
Lampu akan lebih pendek, jadi bertindak bijaklah..sesuai kebutuhan.
Semoga Bermanfaat
Semoga Bermanfaat



